Renungan Harian 24 April 2024

Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Efesus 3:20

Paulus, seorang yang dipenjarakan, memberi nasehat kepada jemaat di Filipi agar jangan khawatir. Nasehat ini penting, supaya mereka tidak dikuasai oleh kekhawatiran ketika mengetahui bahwa pekerjaan pemberitaan Injil di tengah orang-orang yang berdosa adalah pekerjaan yang sangat sulit bahkan konsekuensi-konsekuensi buruk bisa mengikuti. Rasa khawatir adalah perasaan berkecamuk yang bisa menguasai seseorang dan dapat membuat orang tersebut berputar-putar di dalam ‘lingkaran’ yang sama lalu mengalami disfungsi, sehingga teladan yang Paulus berikan akan sangat sulit diterapkan ketika hal itu menguasai. Maka, Paulus mengatakan agar jemaat berdoa dengan mengucap syukur. Mengapa? Karena “Tuhan sudah dekat”, bukan artinya “hampir dekat” tetapi Dia ada mendengarkan doa-doa jemaat dan kehadiranNya dirasakan di dalam doa orang percaya.  Maka, pemahaman inilah alasan, mengapa Paulus menasehati untuk berdoa dengan mengucap syukur yang tulus walau di dalam penderitaan oleh karena pemberitaan Injil. Lalu, memampukan jemaat menerima realita buruk tersebut, bukan melarikan diri dari keadaan, dan menjalani hidup dengan meneladani Paulus serta rasul-rasul lain di dalam panggilan pekabaran Injil.

-lo-