Renungan Harian 23 September 2022

Mereka berangkat dari Dibon-Gad, lalu berkemah di Almon-Diblataim. Mereka berangkat dari Almon-Diblataim, lalu berkemah di pegunungan Abarim di depan Nebo. Mereka berangkat dari pegunungan Abarim, lalu berkemah di dataran Moab di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.

Bilangan 33:46-48

Hampir di sepanjang Bilangan 33 dari ayat 5 sampai ayat 48, kata ‘mereka berangkat’ diulang terus menerus. Penulis Bilangan ingin menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat, yang setia kepada janji-Nya dan yang selalu memelihara umat-Nya. Ratusan tahun sebelumnya, Allah telah berjanji kepada Abraham, bahwa keturunan Abraham akan mendapatkan negeri yang dijanjikan-Nya, dan Allah tidak pernah melupakan janji tersebut. Selangkah demi selangkah, melewati berbagai rintangan yang sangat besar, yang menurut nalar manusia tidak mungkin dapat dilewati, tetapi Allah membuatnya dapat dilewati: Bangsa-bangsa besar telah dikalahkan, padang gurun yang penuh dengan bahaya kelaparan telah ditaklukkan. Sekarang umat Allah itu sudah siap untuk masuk tanah perjanjian.

Jika pada jaman Musa, ‘mereka berangkat’ dari satu tempat kepada tempat lain dengan taat kepada Allah dan Allah terus memimpin mereka, maka pada saat ini setiap umat Allah juga harus taat kepada kehendak-Nya. Selangkah demi selangkah, tepat berjalan sesuai dengan apa yang Allah kehendaki, dan Tuhan akan memimpin sesuai dengan rencana-Nya yang agung dan besar. Jangan pernah kuatir dan tidak setia, karena Dia adalah Allah yang berdaulat dan setia!

-kri-