Renungan Harian 30 Desember 2023

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: (18) “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku.

Lukas 4:17-18

Tuhan Yesus di sinagoge di Nazareth membuka Alkitab (Yesaya) dan membaca Yes 61. Disini kita melihat seolah Yesus main buka Alkitab dan langsung menemukan ayat dan dibaca dan dikotbahkan. Banyak pendeta saat mau meniru seolah seperti Yesus, memilih ayat secara random (main buka – tuding – baca – kotbah) katanya pimpinan Roh Kudus.

Kita harus membedakan antara kita yang berdosa dengan Yesus Sang Firman. Tuhan Yesus tidak membutuhkan pimpinan dan otoritas siapapun untuk Dia membaca dan mengkotbahkan firman, karena Dirinyalah Firman. Dialah yang menentukan apa dan mana firman yang harus dikotbahkan oleh setiap kita sebagai pengkotbah, tetapi tentu tidak perlu diberlakukan pada Diri Sang Firman itu sendiri.

Ketika membaca firman Tuhan, justru melalui ayat ini, kita belajar bagaimana melihat seluruh Alkitab dari kacamata Kristus. Dialah sang interpretator absolut dari firman yang bersumber dari Diri-nya juga. Setiap penafsiran Alkitab yang tidak sejalan dengan pengertian Kristus, maka penafsiran itu tidak bisa dibenarkan. Bagaimana kita mengerti firman Tuhan?

-ss-