Renungan Harian 08 November 2022

Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: (14)”Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Luk 2:13-14  

Kehadiran Kristus sulit dimengerti dan “tidak masuk akal” bagaimana mungkin Anak Allah dilahirkan di sebuah kendang, dibungkus lampin, dan dibaringkan di palungan, suatu kelahiran yang hina dan malang bagi seorang bayi manusia.

Namun, tidak mudah juga untuk menolak bahwa itu bukan bayi Kristus, bukan bayi Anak Allah yang berinkarnasi, karena kelahiran itu dirayakan dan dimuliakan oleh malaikat dan sejumlah besar bala tentara sorga.

Sebuah peristiwa paradoks yang begitu besar, dimana bayi Kristus hadir bukan sekedar di dalam kehinaan kendang binatang, tetapi dengan kemuliaan sorgawi yang dahsyat yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Suatu peristiwa spektakuler dimana malaikat dan bala tentara sorga memuji Allah.

Dua hal yang menjadi dampak kehadiran Kristus, yaitu: 1) Kemuliaan bagi Allah dan 2) damai sejahtera bagi manusia yang berkenan kepada-Nya. Kiranya dua hal ini boleh terus terjadi di dalam seluruh pemberitaan Injil Kristus.

-ss-